Penida dan Kegilaan Dewasa Tanggung #BagianAwal

PING!

Sejak menggunakan smartphone (meski kerap kali heng) beberapa informasi sampai di tangan secepat kilat. Namun tenang, yang saya akan bagi di sini bukanlah tentang smartphone yang suka bermasalah namun kisah yang berawal dari sebuah thread di milis dalam email yang hari itu saya terima.

Thread itu dengan jumawa mengajak anggota milis Bali Blogger community untuk jalan-jalan dan senang-senang bersama. Tujuannya adalah Nusa Penida – sebuah pulau kecil bagian dari Bali. Penggagasnya siapa lagi kalo bukan om Viar. Judulnya saja sudah menggelitik, budget juga cukup masuk akal jadi saya beranikan komen bahwa saya berniat ikut. Thread yang cukup panjang sampai membuat beberapa orang mengancam membuat kategori spam untuk thread inipun berakhir pada kesimpulan (di milis) 12 orang akan ikut dan sisanya gigit jari #eh.

Hari yang ditentukanpun tiba, tepatnya 7 April, kami berkumpul di tempat yang juga sudah ditentukan – Sanur. Saya menatap wajah-wajah penuh hasrat jalan-jalan di hadapan saya (saya yakin wajah saya pun menunjukkan ekspresi yang tak jauh berbeda). 7 orang yang akan berangkat yaitu saya sendiri, om Viar, mbak Yuna dan kekasihnya – Bayu Wiguna, seorang kawan dari mbak Yuna – Kusuma, Maha dan kak Intan. Karena berkumpul cukup pagi sekitar jam 7 (ada 3 angka 7 dalam alinea ini, fyi :P), dan speedboat yang kami bayar seharga 65 ribu one way itu akan berangkat jam 8, kami menyempatkan diri makan di warung sekitar speedboat. Nasi dan kopi pun tak selamat dari perut kami.

Beberapa kali curi-curi pandang ke speedboat yang akan kami tumpangi ternyata masih sepi, setelah kami berniat naik ternyata sudah ramai, dan beberapa dari kami tidak mendapatkan tempat duduk. Ada apa gerangan? Ternyata beberapa orang naik duluan tapi belum beli tiket, mereka membayar di atas boat dan hanya 50 rebu pula (apa-apaan inih?). Beberapa kawan akhirnya harus duduk di belakang dan bergoyang kencang saat ombak datang. Sempat garuk-garuk kepala juga melihat realita seperti itu. Tapi karena kami dewasa tanggung yang baik hati dan rajin menabung serta tidak sombong, kami tetap menghadapi perjalanan dengan hasrat masih membara.

*bersambung – biar gak capek baca perjalanan yang menuai banyak cerita ini J

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *