Kalimat Bijak, Patut Dijejak

“hidup memiliki banyak fase dan variabel dalam prosesnya, kita harus dapat menerimanya karena jika kita berusaha menolak hidup maka kita tidak akan pernah menikmatinya.”
bijak
“orang yang paling dekat dan berharga untuk kita, terkadang menjadi sangat asing untuk kita.”

“jangan menjadi sempurna untuk orang lain, tapi jadilah sempurna untuk diri sendiri dahulu.”

“seorang pemimpin bisa menjadi pemimpin yang baik, jika ia juga adalah pengikut yang baik.”

“dalam hal apapun, ingatlah bahwa kita harus memiliki mental siap kalah seimbang dengan mental siap menang kita. Karena tidak semua hal berjalan sesuai harapan kita.”

“jangan kalah dalam sebuah pertarungan karena kalian tidak berani mencobanya, tapi kalahlah karena kalian tidak cukup hebat untuk mengalahkan yang lainnya.”

“musuh utama manusia adalah dirinya sendiri. Kendalikan diri kalian sebelum kalian mengendalikan orang lain.”

“janganlah kalian menghancurkan atau melenyapkan musuh kalian. Biarkan nafsu bersaing kalian muncul dengan keberadaannya, karena hidup tanpa tantangan adalah kebosanan.”

“segala konsekuensi dari tindakan kalian, layaknya diterima dengan kesadaran untuk tidak mengulanginya lagi.”

“jika kalian memiliki impian, berjuanglah sampai masa penghabisan kalian bahwa kalian dapat meraih impian itu dengan usaha kalian sendiri.”

“hidup ini indah dengan segala peristiwanya. Pengalaman hidup itulah yang kita butuhkan untuk mencari arti hidup.”

“jika kalian membuat suatu kesalahan yang disengaja, maka ingatlah hukum karma adalah hukum yang kekal dan tanpa diskriminasi.”

“surga ada di telapak kaki ibu. Maka berpikirlah dua kali sebelum menyakiti perasaan orangtuamu khususnya ibumu.”

“gak usah menoleh kebelakang dan menyesalinya.”

“jika kamu mau berbuat yang terbaik, maka lakukanlah sebisamu.”

“jangan menyesali apapun yang pernah ku perbuat. Apapun itu.”

“jika kalian percaya apa yang kalian perbuat benar, maka jangan pernah keluar dari jalan itu.”

“siapa bilang hanya dewa yang bijaksana? Jika kita berusaha, kita bisa sebijaksana dewa.”

“mungkin kau pernah melakukan kesalahan, tapi kesalahan bukan apa-apa jika kau mau memperbaikinya.”

“percayalah kau bisa, maka kau pasti bisa.”

“jangan melihat orang dari jabatannya, tapi lihatlah dari perbuatannya.”

“jangan pernah menganggap remeh siapaun itu karena kita tidak pernah tahu siapa ia sebenarnya.”

“lihatlah keatas dan kau akan bisa mencapainya.”

“mungkin hanya kedelai yang dapat melakukan kesalahan dua kali. Tapi siapa bilang manusia tidak???”

“jika semua orang sama, akan jadi apa dunia?”

“semua orang dilahirkan berbeda karena begitulah rantai kehidupan. Mereka mekar dengan caranya sendiri-sendiri…”

“jangan biarkan kekecewaan menguasaimu dan membuatmu jatuh…”

“bakat adalah perantara, kemauanlah intinya.”

“semangat adalah salah satu hal yang bisa kita harapkan di saat kita sedang susah.”

“ hanya tuhan yang menciptakan kita, tapi hanya kita yang menentukan akan jadi apa kita nantinya.”

“menjadi orang baik itu gampang. Menjadi orang yang benar-benar baik yang susah.”

Young Changemaker, Dedicated To Earth

Pernah mendengar surat cinta kepada para penyebab polusi? Atau lubang surga untuk meresap air hujan? Ada juga blocknote yang sarat informasi sisipan kampanye lingkungan? Mungkinkah paradigma ‘gaul’ anak muda bisa diubah menjadi berpergian dengan sepeda dan menanam pohon?

change the world

Ternyata semua itu mungkin. Paradigma gaul anak muda sedang diubah oleh sekelompok anak muda di Bandung yang memulai aksinya dengan kampanye sepeda. Mereka percaya bahwa bersepeda bisa menjadi suatu trend yang sangat baik bagi kesehatan bumi. Program yang bertajuk Bandung Cycle Chic ini sudah dimulai sejak September 2009 lalu. Sekumpulan anak muda berinisiatif untuk mengajak beberapa teman mereka dalam mengkampanyekan sepeda sebagai alat transportasi sehari- hari. Meski terbilang cukup muda, program ini sudah diikuti lebih dari 100 anak muda di Bandung yang mengaku cinta Bumi.

Tidak hanya Bandung Cycle Chic di Bandung, ada juga komunitas jurnalistik di Bali yang membuat sebuah blocknote sebagai sarana kampanye efektif penyadaran lingkungan. Program yang bertajuk Greentail ini sudah diproduksi sejak Agustus 2009. Informasi- informasi yang disisipkan dikemas dalam bentuk unik seperti artikel, jajak pendapat, karikatur, kartun dan desain-desain unik. Penyebaran informasi tersebut diharapkan dapat membuat para remaja menyadari bagaimana cara menjaga Bumi.

Para remaja sebenarnya memiliki kepedulian yang tinggi dalam menjaga lingkungan. Hanya saja mereka tidak tahu bagaimana melakukan sesuatu untuk perubahan. Untuk itulah Ashoka, sebuah yayasan yang bergerak di bidang social entrepreneurship bertindak. Menggusung sebuah program bertajuk Young Changemaker, Ashoka mengajak remaja seluruh Indonesia bertindak untuk perubahan.

“Young Changemaker bertujuan mencetak remaja-remaja pemikir melakukan perubahan pada Bumi agar menjadi lebih baik lagi,” ujar Mira Kusumarini, Country representative Ashoka Indonesia. Hingga saat ini Ashoka telah mencetak 100 Young Changemaker yang telah melakukan perubahan di berbagai bidang khususnya lingkungan. Hal ini didasari kesadaran bahwa keadaan Bumi sudah tidak sehat lagi. Banyak hal terjadi dan terkadang itu bukan hal yang baik. Meningkatnya emisi karbon dan mencairnya es di kutub selatan memungkinkan kehidupan yang sudah tidak sehat bagi manusia. Oleh karena itulah Young Changemaker dihelat.

Program yang dimulai tahun 2004 ini mencetak beberapa remaja yang konsen di bidang lingkungan dan produk ataupun kegiatannya sudah dapat dinikmati saat ini di Indonesia. Sedikit banyak, Young Changemaker dari yayasan Ashoka ini merupakan satu dari banyak cara menyelamatkan Bumi.

Kalau sudah begitu, Bumi akan lebih sehat dan lebih sehat lagi, bukan?

(teks:linapw)

Dulu Pembantu, Sekarang Pekerja Seks

Kunjungan ke Lokalisasi dalam Pelatihan Jurnalistik KPA Bali,

Baju ketatnya terbuka sedikit memperlihatkan sebidang kulit mulus di dalamnya. Rambut hitamnya tergerai di bahu, membingkai wajah lugunya. Sesekali ia tersenyum kecil.  Tubuhnya tidak sintal, namun masih bertahan melayani pelanggan.

tubuh, salah satu hal yang dijajakan pekerja seks
tubuh, salah satu hal yang dijajakan pekerja seks

“Dulu saya kerja sebagai pembantu. Sekarang sudah 3 tahun jadi PS (pekerja seks),” ujar Ana- salah seorang PS lokalisasi Carik Gatsu di tengah- tengah pertanyaan para peserta pelatihan pers kampus yang diadakan KPA Bali Minggu (5/7) kemarin.  Iapun menuturkan keterpaksaannya menjadi pekerja seks. Awalnya ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Namun lama- kelamaan, kebutuhan ekonominya dan keluarga semakin bertambah. Maka ia mengambil keputusan untuk menjadi pekerja seks. Bermula dari ajakan seorang teman untuk hijrah ke Bali dan mengatakan peluang pekerja seks sangat besar.
Hal serupa disampaikan oleh Wayan Sari, salah satu bos lokalisasi Carik. Pekerja- pekerja seks di sana memang sebagian besar karena masalah ekonomi. Sejauh ini sudah beberapa pekerja seks menetap lama karena ekonomi mereka perlahan terobati.  Namun syukurnya,  lokalisasi Carik mendapatkan bantuan Rumah Singgah dari yayasan Kerti Praja. Bantuan tersebut  sangat membantu kehidupan PS terutama dalam urusan kesehatan seksual.
“Lokalisasi memang tidak dilegalkan, namun mau gimana lagi? Daripada mereka tidak terdata? Sampai saat ini saja udah 35 orang tercatat HIV/AIDS di sini,” ungkap Mercya- KPA Bali menanggapi pertanyaan peserta perihal legalitas lokalisasi. Ia memaparkan kelebihan yang didapatkan dengan kerjasama antar bos lokalisasi. Mereka bisa mendata berapa PS yang terjangkit HIV ataupun penyakit menular lainnya. Selain untuk pendataan, hal ini sangat berguna dalam memberikan pengertian nge’seks’ aman. Tujuan pendataan tak bukan agar KPA bisa memantau berapa banyak PS yang terjangkit.
Selain pendataan dan pengertian nge’seks’ aman, KPA juga berusaha agar tramtib bisa bekerja sama. Menurut penuturan Wayan Sari, tramtib- tramtib dulu biasanya main tangkap saja. Jika sudah begitu biasanya para PS akan pergi menyebar kemana- mana. Hal itu merepotkan KPA dalam pendataan PS terutama yang terjangkit virus- virus penyakit menular seksual. Oleh karena itulah kerjasama antar Bos lokalisasi dan Tramtib sangat memabntu KPA.
Pelatihan jurnalistik yang berlangsung akhir pekan lalu memang diharapkan membuat para peserta dapat membuka mata terhadap persoalan pelik seputar HIV/AIDS.  Hal itu sudah dibuktikan peserta dengan kunjungan langsung ke lokalisasi. Banyak peserta mengaku terkejut dan kaget karena baru pertama datang dan mengenal tempat seperti ini.  Sebut Saja Ayu yang mengutarakan ketakjubannya saat Ana menjawab pertanyaan tentang umur para pelanggannya.
“Paling tua 45 tahun, pernah juga saya dapet anak SMP,” ujar Ana sambil tersenyum. Wanita beranak satu inipun mengaku tidak hanya sekali ia mendapat pelanggan anak SMP melainkan beberapa kali. Bahkan ada yang sampai 2x kesini orang yang sama. Anapun menuturkan keheranannya mengapa anak SMP sampai datang ke tempat ini. “Yah kadang kasihan juga, mereka minta uang sama orang tua untuk ke tempat kayak gini.Tapi mereka mau nyewek, gimana lagi? Layani aja,” tukasnya sambil tertawa kecil. (pw)

Makanan Sehat Dari Hutan Manggrove

Hutan menyimpan banyak rahasia.terkadang timbul berbagai pertanyaan yang tidak dapat dijelaskan. Kalian semua pasti tahu apa itu mangrove, atau biasa kita sebut bakau. Tapi, pasti tidak banyak diantara kalian yang tahu bahwa buah mangrove dapat diolah menjadi berbagai makanan.

6-6b
Dahulu, saat kelaparan melanda di sekitar daerah suwung, dimana terdapat hutan bakau tersebut, penduduk setempat banyak yang mencari dan mengolah makanan dari tumbuhan-tumbuhan sekitar. Saat ini, Pusat Informasi Mangrove (PIM) sudah mencobakan berbagai jenis makanan dari bahan buah mangrove yang sempat didemokan pada Mangrove Fair 2005 lalu. Ada beberapa buah Mangrove yang dapat diolah menjadi bahan makanan, salah satunya adalah Api-api/Birayo. Jika kalian melewati daerah Mangrove di kawasan Suwung, kalian akan banyak menemukan buah Api-api ini. Bentuknya kecil dan bulat, warnanya hijau, rasanya pahit sebelum diolah. Berikut adalah cara pengolahan Api-api dan salah satu contoh makanan dari buah Mangrove ini.

CARA PENGOLAHAN API-API/BIRAYO :
•    Api-api dikupas kulitnya, dibelah menjadi 4 bagian dan dibuang kapas putihnya
•    Masak air sampai mendidih, masukan api-api sampai terendam dengan air
•    Masukan abu gosok, aduk hingga rata
•    Pegang dengan tangan apabila kelihatan setengah matang, kemudian tiriskan
•    Cuci bersih kulit luarnya hingga kelihatannya berubah dari warna aslinya
•    Rendam dengan air bersih
•    Ganti air rendaman 5 jam sekali / apabila air rendaman terasa pahit, lakukan terus menerus hingga terasa tawar. Perendaman ini dilakukan kurang lebih selama 2 hari untuk menetralkan rasa pahit dari buah tersebut. Selanjutnya siap diolah jadi makanan.

ONDE-ONDE API-API:
•    Bahan kulit: tepung ketan 250 gr, tepung terigu 75 gr, wijen 100 gr, air putih secukupnya.
•    Bahan isi : api-api halus yang sudah ditumbuk atau diblender 200 gr, gula putih 100 gr, kelapa 1/4 butir, garam.
•    Cara pembuatan :
1.    Campur seluruh bahan isi sambil ditumis-tumis sampai berbau manis.
2.    Campur bahan kulit sambil diberi air hangat sedikit-sedikit. Aduk sampai menjadi suatu adonan.
3.    bentuk adonan kulit menjadi bola-bola kecil, lalu isi adonan untuk isian di dalam adonan kulit. Bentuk menjadi bola, kemudian gulingkan dalam wijen. Digoreng sampai warnanya kekuning-kuningan. Siap disajikan.
Buah_mangrove
Tuh….. nggak sulit kan membuat makanan dari buah Mangrove khususnya Api-api. Dari bahan olahan Api-api diatas, kita dapat membuat berbagai makanan lain selain Onde-onde. Kita juga dapat membuat Lumpia Api-api, puding api-api, putri ayu api-api, dawet api-api, wajik api-api dan lain sebagainya yang rasanyapun sudah pasti enak. Jadi…..selamat mencoba!!!!

Dilema Hamil di Luar Nikah

“Huuu…huuuu…,” tidak ada yang dapat dilakukan oleh Ani selain menangis ketika pacarnya, Nino tahu bahwa ia sudah telat 2 bulan. Test Pack menunjukkan tanda Ani positif hamil. Ia dan Nino berada di kamar kost Nino, tempat mereka biasa melepas nafsu. Mereka baru 17 tahun, belum siap menjadi orangtua dan panutan bagi anak-anak mereka kelak, belum lagi gunjingan dari masyarakat. Namun apa daya? Mereka memutuskan membesarkan bayi ini dan meninggalkan sekolahnya.

kiss.. awalnya.... hamil akhirnya

Kejadian seperti itu, parahnya, cukup sering terjadi di masyarakat kita belakangan ini. Kehamilan Tidak Diinginkan atau sering disingkat KTD seperti yang diilustrasikan diatas merupakan salah satu rekaan adegan pasangan yang kebetulan mengalaminya. Kurang lebih 2,5 juta kasus KTD terjadi setiap tahunnya di Indonesia dan 20 % dari jumlah tersebut adalah remaja. Sungguh hasil yang memprihatinkan. Apalagi hal ini terjadi pada remaja atau generasi muda yang nantinya akan menjadi penerus bangsa.

Menurut Dr. Oka negara, Kehamilan Tidak Diinginkan atau KTD bisa terjadi pada remaja ataupun orang yang sudah menikah. Penyebabnya sering justru karena ketidaktahuan dan kurangnya akses ke info yang benar terutama pendidikan seksual. Biasanya mereka yang sudah mengalaminya akan mengugurkannya atau melahirkannya tergantung usia kandungan. Dokter yang tengah menyelesaikan tesisnya di program magister kedokteran reproduksi inipun menuturkan keprihatinannya terhadap kasus-kasus yang terjadi sehubungan dengan KTD. Ia menyampaikan sebagian besar remaja mengalami KTD karena tidak tahu bagaimana cara mencegahnya. Hal ini diperparah dengan adanya pemecatan terhadap siswa yang sedang hamil oleh sekolah karena dianggap dapat mencemarkan nama baik sekolah tersebut.

“Sebenarnya kalau ada kejadian seperti KTD ini sih, yang patut disalahkan adalah semua orang. Karena remaja mungkin mencobanya karena iseng namun sayangnya mereka tidak tahu cara melakukan yang baik dan benar sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dapat terjadi. Pemerintahpun tidak menyediakan layanan informasi yang baik dan gampang dicapai, makannya banyak kasus,” tutur Dwik-layouter Mag’z (majalah remaja) dengan tampang serius. Hal tersebut memang benar adanya. Sampai saat ini, dengan sekian banyak kasus Kehamilan Tidak Diinginkan yang terjadi, pemerintah tetap seakan buta tuli terhadap kasus yang sedikit demi seidikit semakin menggerogoti kejayaan bangsa ini.

Sampai sekarang, seperti yang sudah disampaikan Dr. Oka diatas, KTD kadang diselesaikan dengan cara digugurkan (aborsi) atau dilahirkan. Melakukan aborsi menurut kepercayaan sebagian orang memang merupakan sebuah dosa yang sama artinya dengan bila kita membunuh orang. Namun, dari segi medis dan bila dianggap perlu menurut Dr. Oka hal itu tidaklah salah. Karena aborsi kadang dilakukan pada orang yang menikah bila mereka gagal KB dan kondisi keuangannya tidak memungkinkan (banyak anak). Dalam konteks remaja, biasanya mereka melakukan aborsi jika kedua bakal orangtua tersebut merasa tidak sanggup membesarkan anak mereka dalam berbagai kondisi. Oleh karena itu aborsi dilakukan. Aborsi yang salahpun dapat menyebabkan kematian baik bagi janin maupun sang ibu. Maka pemerintah mungkin juga harus mempertingbangkan penyediaan layanan save aborsi. Karena jika dipikir secara logis, dengan adanya layanan tersebut, maka pemerintah akan dapat mengontrolnya daripada tidak mengetahui apapun namun tiba-tiba tersiar kabar adanya siswi meninggal karena aborsi yang tidak sehat.

Terkait dengan hal tersebut diatas, mungkin pendidikan seksual adalah hal yang layak dipertimbangkan dengan serius saat ini. Ketidaktahuan masyarakat khususnya remaja merupakan suatu hal yang dapat menjadi bumerang untuk menghancurkan bangsa ini nantinya. Hal tersebut dapat kita lihat secara nyata yaitu para remaja yang kedapatan hamil akan langsung dikeluarkan dari sekolah, disangka perempuan nakal dan untuk menutupi aib maka siswi itu dikeluarkan dari sekolah. Padahal kejadian tersebut dapat menghancurkan masa depan sang anak itu sendiri. Jika memang kehamilan itu hasil hubungan pasrah, jika direnggut dengan paksa (diperkosa)?? Sekolah akan sangat terlihat seperti penguasa haus kekuasaan yang tidak mengerti keadaan murid-muridnya. Alangkah baiknya bila kebijakasanaan sekolah diganti menjadi cuti hamil. Atau mungkin gampangnya lagi, diadakannya pendidikan seksual di sekolah sehingga segala informasi seputar seksual activity akan lebih terkontrol.

Jika seluruh siswa mengetahui bagaimana mencegah KTD, terjangkit penyakit menular seksual dan hal-hal lainnya, maka bilapun siswa itu memilih menjadi pelaku seksual aktif, ia dapat menentukan sendiri jalannya agar pilihannya sehat dan tidak merugikan sehingga KTD tidak lagi menjadi sebuah tragedi ironis yang terjadi akibat kesalahan kita semua hanya karena kurangnya informasi yang benar. (Lina P.W.)

*dimuat dalam Kulkul media HIV/AIDS pada rubrik Aksi edisi 23-Desember 2006