HUT BBC ke-2, Menulis SENANG, Senang- senang SENANG

Ada yang besar dan setengah botak, ada yang kurus namun tinggi. Juga ada yang selalu mebawa buah hatinya. Kadang kala yang pendiam namun sigap kerap mendatangi mereka. Sering kali mereka tertawa gembira bersama saat nongkrong dan main bersama. Tak jarang pula ledekan- ledekan nakal keluar dari mulut masing- masing. Siapakah mereka ini?

Yap, seperti yang sudah dapat diduga bersama, mereka adalah sepasukan orang yang tergabung dalam Bali Blogger Community (BBC). Kegiatan- kegiatan mereka berkisar antara ngeblog, siaran, pelatihan, futsal, nongkrong, bergembira, dan lain- lain. Melihat keseruan mereka- mereka ini, tak ayal beberapa orang ikut bergabung di dalamnya. Salah satunya ialah gadis yang tulisannya sedang anda baca saat ini.

Awalnya terdapat beberapa pertimbangan seperti beum punya blog, takut bertemu mahluk- mahluk baru, atau hal- hal lain yang agak tidak pantas disebutkan. Namun keinginan tak dapat terbendung lagi sehingga akhirnya memberanikan diri ikutan BBC. BBC terbentuk pada tanggal 11 November 2007 di Desa Dusun yang kemudian launching di Popo Danes (sumber:blognya eka,blognya mas anton).

Saat ini BBC menapaki tahun ke-2nya. Semoga secara keseluruhan BBC tambah asyik, tambah gembira, tambah ceria, tambah senang menulis, tambah senang senang-senang. Xp

SELAMAT ULANG TAHUN KE-2 BBC……

 

ALJABAR KEPEMIMPINAN

Pemilihan pemimpin sudah di depan mata lagi. Seluruh rakyat kembali dibingungkan dengan maraknya pameran foto calon pemimpin dan janji-janji yang diumbar. Senyum manis para calon akankah berubah menjadi sumpah serapah begitu mereka tidak terpilih?

Setiap lima tahun kita mengalami pemilihan umum, baik itu calon legislatif ataupun eksekutif. Tentu berbagai cara ditempuh para calon untuk menggaet pemilih sebanyak mungkin. Ada yang terpilih namun tak sedikit yang menelan kecewa. Tak jarang kita mendapati para calon pemimpin yang hengkang begitu saja saat dirinya tidak terpilih. Entah apakah hal tersebut merupakan pola atau kesepakatan tidak tertulis dari para calon ataukah memang mereka bermental pasir, yang begitu tertiup angin langsung hilang tak berbekas. Dengan berbagai visi misi berbeda dari masing- masing partai, seharusnya Indonesia bisa semakin jaya. Pembangunan In.......donesia seharusnya bukan hanya  tanggung jawab pemimpin bangsa, melainkan pula seluruh kalangan masyarakat terutama mereka yang pernah ingin menjadi pemimpin.
Sehubungan dengan hal tersebut, tentunya para calon yang tidak terpilih juga menyumbangkan jerih payah mereka dalam pembangunan Indonesia. Semua kalangan tentu menginginkan kehidupan yang lebih baik bagi Indonesia. Visi dan misi mereka akan mubazir bila tidak direalisasikan. Seharusnya para calon yang belum terpilih menunjukkan keseriusan mereka dalam membangun Indonesia. Caranya sendiri bisa bermacam- macam mulai dari mewujudkan visi dan misi mereka sampai membantu sang pemimpin terpilih.
Berangkat dari itulah kita harus menyaring dengan benar siapa-siapa saja yang akan masuk di radar kita sebagai calon pemimpin yang handal.  Seperti yang pernah diungkapkan Putu Supadma Rudana- salah seorang calon legislatif, pemimpin ialah pelopor dalam menggawangi masyarakat yang sejahtera. Iapun meyakini, sosok pemimpin haruslah mampu menjadi inspirator bagi seluruh masyarakat. Pemimpin yang baik juga seharusnya memberikan contoh yang baik bagi masyarakatnya. Apa jadinya indonesia jika calon pemimpinnya saja bermental pasir. Mereka yang sudah pernah berkomitmen ingin memajukan Indonesia seharusnya menuntaskan pekerjaan mereka.

Hal yang sangat disayangkan memang, tapi tidak bisa dihindari. Terkadang memang banyak calon pemimpin karbitan yang hanya unjuk janji tanpa bukti. Hal yang paling nyata terbukti saat mereka begitu saja meninggalkan pekerjaan mereka dan melenggang pergi tanpa beban saat tidak terpilih.
Secara tidak langsung, mereka menunjukkan ketidaksiapan mereka menjadi seorang pemimpin. Pemimpin haruslah tangguh dan tidak goyah karena badai sedashyat apapun. Dengan menunjukkan pada masyarakat kesungguhan mereka dalam memimpin, sebenarnya mereka sudah menyemangati diri mereka sendiri.
Masyarakat bukanlah boneka karet yang dapat dipermainkan seenak hati. Merekapun kini sudah dapat mengidentifikasikan berbagai calon dari tindak tanduknya. Dengan merealisasikan visi dan misi para calon, meskipun tidak terpilih tentu saja masyarakat akan segan terhadap mereka. Seharusnya itulah yang dilakukan para calon yang tidak terpilih. Bukannya malah hengkang begitu saja. Kadang mereka malah terlihat tidak mau tahu terhadap apapun kesulitan rakyat atau malah pura-pura tidak tahu. Tutup mata, tutup telinga, begitu istilahnya. Namun yang sangat menggelikan, mereka akan kembali lagi untuk mengemis simpati masyarakat di pemilihan mendatang. Sungguh terlihat tidak intelek.
Apakah seluruh calon pemimpin kita seperti itu, hanya melakukan tanggung jawab karena disorot sedemikian terang oleh masyarakat.  Melakukan semua kewajiban karena itu adalah kewajiban mereka. Tanpa sedikitpun embel-embel ingin Indonesia yang lebih baik dari yang sekarang.
Saat ditanyai untuk jadi pemimpin, setiap orang berlomba- lomba menjadi yang terdepan. Apakah memang hal itu datang dari lubuk hatinya ataukah hanya sekedar mencari popularitas demi tujuan lain yang tidak kita ketahui.
Jika dipikirkan masak- masak, hal itu sangat menyedihkan. Mengingat negara kita sebenarnya adalah negara yang besar hanya kurang perawatan. Indonesia sama seperti seorang bayi, akan baik jika diasuh oleh orang yang benar namun akan hancur dan rusak jika diasuh orang yang salah.
Untuk itu, dengan segala kesempurnaan yang telah kita miliki marilah kita membangun bangsa sebagaimana yang kita inginkan. Tentu saja dengan komitmen di dalam diri masing- masing. Minimal kita dapat berusaha mewujudkan hal- hal yang sudah pernah kita janjikan pada masyarakat. Bukannya malah hengkang dan tidak ambil pusing terhadap hal lain hanya karena tidak terpilih. Banyak yang beralasan karena sudah menghabiskan banyak uang untuk pemilihan namun malah tidak terpilih, mereka kecewa. Namun yang perlu diingat ialah hal itu merupakan pilihan masing- masing individu. Tidak ada yang salah atau yang benar di dalamnya.
Menciptakan hal- hal yang dapat membangun Indonesia menjadi lebih baik dari sekarang sangat baik  dilakukan. Dengan melakukan hal yang baik tentu hatipun terasa damai. Hati yang damai berimbas pada pikiran yang baik. Pikiran yang baik berimbas pada kelakuan yang bahkan lebih baik lagi. Maka para calon yang tidak terpilih tadi tentu tidak akan dicap hanya berebut kekuasaan saja. Atau bahkan dicap tidak siap menjadi seorang pemimpin. Melainkan memang ingin melakukan sesuatu untuk Indonesia.
Seperti kata seorang teman, belajar aljabar amatlah sulit bila kita tidak siap. Tentu kita berharap ungkapan  itu tidak akan disamakan dengan ketidaksiapan calon pemimpin yang tidak terpilih nanti.

64 % Remaja Bali Tahu Mirisnya Air Bersih, Namun 76% Sering Memboroskan Air

“Saya sering tuh membiarkan air terbuang, terutama saat menghidupkan keran. Kadang sampai 1 jam,” ujar  Chandra dengan polos tentang kesehariannya yang sering membuang air sia-sia. Namun anehnya, ia mengaku tahu air bersih di Bali sudah terbatas.

air1

Masalah  krisis air bersih di manapun sudah menjadi masalah yang cukup pelik dalam kehidupan sehari- hari. Di Bali sendiri seperti yang dapat dikutip dari data  WALHI Bali, Masalah krisis air terjadi merata kecuali di lokasi tertentu yang masih dekat danau. Rata-rata debit air di sejumlah sungai, waduk, dan danau dilaporkan telah turun drastis setiap tahun khususnya bulan Agustus sampai Oktober.

Menurut laporan dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia bahwa telah terlihat sejak tahun 1995 defisit air di Bali sebanyak 1,5 miliar m³per tahun. Defisit terus meningkat hingga 7,5 miliar m³per tahun tahun 2000. Kemudian, diperkirakan pada tahun 2015 defisit air di Bali akan kekurangan air sebanyak 27,6 miliar m³per tahun. Kemudian lebih jelas lagi yang dilaporkan LP3B (Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Pembangunan Bali) bahwa satu keluarga Bali memerlukan air rata-rata 100 liter per hari, sedangkan kamar hotel membutuhkan, 200 liter per hari per kamar yang tercatat sebanyak 15.906 unit (1999) membutuhkan air rata-rata 3.181.200 liter per hari. Belum lagi jumlah kebutuhan rumah tangga mencapai 76.335.000 liter untuk 7763.550 Kepala Keluarga (KK).

Selanjutnya, menurut pengamatan Walhi Bali dari tahun 2006 – 2007 saja, sejumlah daerah tercatat mengalami krisis air, antara lain: Tirta Mas Mampeh di Kintamani, Denpasar, Negara, Batu Agung, Singaraja, Besakih (Karangasem), Semarapura (Klungkung), dan Nusa Penida. Perosalan krisis air di Bali berdampak pada kehidupan sosial. Krisis air di Bali telah memicu konflik antar warga dengan warga, petani dengan petani, petani dengan perusahaan air minum. Beberapa kasus konflik masalah air yang muncul di media lokal antara lain; ketegangan antara warga subak dengan pihak swasta di Jatiluweh, Kabupaten Tabanan.

“Terkait dengan data-data yang kami dapatkan, kami sangat mengharapkan kesadaran untuk menghemat air bersih,” tutur Agung Wardana, direktur WALHI Bali dengan prihatin. Ia menyampaikan bahwa keengganan masyarakat Bali khusnya remaja merupakan momok dalam upaya penghematan air bersih. Menurutnya seluruh lapisan masyarakat terutama remaja sebagai manusia produktif  sangat diharapkan. (teks : linapw)

 

Pemimpin ‘Indie’ Rangkul Indonesia, Mungkinkah?

Pria gondrong dengan kaus oblong itu sekilas terlihat sangar. Kaus hitam yang dipakainya terkesan seadanya, seakan ia tak peduli dengan penampilan. Di beberapa tempat bahkan terlihat tambalan asal. Belum lagi  intonasi suaranya saat bicara cenderung keras dan meledak-ledak. Namun uniknya, sering ia terlihat membagi- bagikan stiker bertuliskan ‘What We Have Done For Indonesia?’

leader
Itulah sekilas pemandangan komunitas indie Bali yang kadang memenuhi tuntutan hidupnya dengan kreatifitas yang mereka miliki. Banyak diantaranya menyambung hidup dengan menjual ide. Contohnya pembuatan iklan multimedia, desain baju, fotografer lepas, hingga clothingan. Dengan penampilan seadanya malah mendekati urakan, mereka tetap memegang teguh idealisme mereka yang (cukup) memandang sebelah mata kaum berduit. Hal serupa juga dilakukan kaum berduit yaitu memandang sebelah mata kepada mereka. Tapi jangan terburu- buru memvonis mereka tidak perduli terhadap Indonesia, nyatanya komunitas yang kerap dijuluki kaum indie ini sangat peduli terhadap keadaan bangsa.

Kaum indie tidak pernah menunjukkan terang- terangan kepedulian mereka terhadap Indonesia seperti yang dilakukan penggede- penggede yang mulutnya seakan berkuah mengumbar kepedulian terhadap bangsa. Kaum yang identik dengan kreatifitas ini lebih bergerak secara pelan namun mulai membangun kesadaran masyarakat terhadap Negara Indonesia. Seperti yang kita ketahui, indie atau indiependent merupakan suatu idealisme yang cukup mirip dengan idealisme punk yaitu anti kemapanan. Maksud dari indie dan anti kemapanan tidak sepenuhnya anti terhadap kemapanan, melainkan mereka lebih mengais kemapanan tersebut dari kreatifitas yang terus menerus diasah. Kebanyakan dari mereka berkecimpung dalam dunia industri kreatif. Mereka mengandalkan segala hal yang dapat mereka lakukan dan tidak ingin mengikuti mainstream yang tercipta di masyarakat. Kaum indie berpijak pada keinginan mereka sendiri dalam berkarya dan bertindak

Berawal dari pemikiran beberapa orang yang berpegang teguh pada keinginan untuk mengemukakan idealisme mereka sendirilah indie mulai tersebar. Dunia kreatifitas semakin berwarna dengan konsep indie.  Hal inipun menjadi ajang unjuk kretifitas yang membangun. Semakin banyak pemikiran indie yang terbentuk maka semakin banyak kreatifitas yang diperlihatkan.  Indie bisa berupa apapun. Indie sendiri menggusung sesuatu yang beda sebagai jargon mereka. Bagi mereka, sangatlah tabu untuk menyeragamkan berbagai hal. Satu hal saja tabu apalagi banyak hal. Terutama keseragaman itu sendiri akan mengekang kreatifitas seseorang. Hal itu sangat tidak sehat dan nantinya hanya akan menghasilkan robot- robot tanpa daya berkreasi dan berinovasi.

Indiepun sebenarnya merupakan hasrat terdalam banyak orang. Sebagian masyarakat mengemukakan bahwa mereka lebih menikmati sesuatu yang ‘beda’. Menurut mereka perbedaan itulah seni dari segalanya. Apalagi jika perbedaan tersebut membawa dampak yang bertendensi tinggi mensejahterakan masyarakat.  Sehubungan dengan pemikiran indie, hal tersebut ternyata sangat baik jika direalisasikan dalam tampuk kepemimpinan. Indie memang sangat menarik dengan berbagai idealismenya. Namun, yang kita tilik disini ialah konsep indie itu sendiri.
Konsep indie sangat tidak sejalan dengan paradigma yang sudah ada sejak dulu. Mereka juga tak acuh terhadap keseragaman. Oleh karena itulah konsep indie, sangat baik jika disejajarkan dengan kepemimpinan.  Bayangkan apa yang dapat dilakukan idealisme indie dalam kepemimpinan kelak. Bukan berarti yang sekarang dijalankan tidak bagus. Namun tentunya kita semua ingin yang terbaik bagi bangsa ini.

Filter- filter pemikiran indie dapat memoles pemerintahan dengan lebih baik. Maksud dari konsep indie dan korelasinya dengan kepemimpinan sangatlah jelas. Para pemimpin kita seharusnya tidak berpegang pada paradigma lama apalagi yang sudah jelas tidak menguntungkan masyarakat. Banyak pemimpin terdahulu ternyata tetap menggunakan paradigma lama dalam kepemimpinannya.

Sebut saja konsep pemerintahan yang tidak rata tersebar pada setiap wilayah. Dari jaman dahulu hingga saat ini, sudah terbukti hal tersebut tidak efisien, namun tetap dijalankan. Seorang pemimpin sejati seharusnya membuat inovasi yang baru dalam kepemimpinananya. Inovasi sangat penting demi kemajuan Indonesia dalam berbagai bidang. Indie memungkinkan kita menggebrak paradigma lama yang saat ini sepertinya sudah tidak mungkin diterapkan lagi. Belum lagi para orang- orang yang berpikiran sempit yang hanya memandang sebuah masalah dari sudut pandangnya saja. Apalagi ada saja oknum- oknum yang pura- pura berdedikasi dengan menggaungkan betapa edulinya mereka dengan Negara namun tidak berbuat satu halpun saat diperlukan.

Dengan pemikiran layaknya indie dengan konsep idealisme kreatifnya, tentu berbagai inovasi dapat dikembangkan. Entah tidak menyadur keseluruhan paradigma lama atau bahkan mencipatakan sesuatu yang sama sekali baru. Sesuatu yang baru tentu sangat ditunggu oleh masyarakat. Apalagi bila sesuatu yang baru tesebut dapat sangat berguna bagi kemajuan bersama. Paradigma lama tidaklah harus dihilangkan sama sekali. Berbagai perbaikan tentu bisa diperbuat untuk kemajuan bersama. Hal-hal kecil seperti efisiensi dana dalam pemerintahan akan sangat menentramkan hati masyarakat.

Pemimpin revolusioner juga sangat dinanti dengan berbagai inovasi barunya. Tak jarang malah pemimpin yang memiliki visi misi jauh dari paradigma namun tetap mensejahterakan masyarakatlah yang akan sangat menonjol nantinya. Keseragaman tidaklah menarik. Banyak hal yang membuat kita patut memikirkan opsi pemimpin indie ini.

Salah satunya ialah pemikiran indie yang sangat berbeda dan berinovasi yaitu  Thinking Outside the Box atau berpikir kedepan dengan menciptakan sesuatu untuk kemajuan bersama. Pemikiran yang begitu baru, sederhana namun sering dilewatkan oleh banyak pemimpin maupun calon pemimpin lainnya. Lihat saja Negara- Negara besar yang sudah berkembang, mereka memiliki konseptor yang kuat dan berdedikasi tinggi serta tidak lemah dalam kreatifitas. Itulah yang sebenarnya sangat diperlukan dalam sebuah kepemimpinan.  Keseragaman sama dengan bunuh diri. Karena mematok setiap orang memiliki pemikiran serupa. Tanpa inovasi dan keberanian, Negara kita seakan jalan di tempat.

Tentu seluruh upaya tersebut tak lain dan tak bukan hanyalah demi kesejahteraan masyarakat. Apabila hal tersebut sudah dijalankan kita akan mendapatkan segala manfaatnya. Seluruh lapisan akan bahu membahu dalam memajukan Indonesia. Jika seluruh calon pemimpin memiliki visi dan misi yang berbeda, nantinya masing-masing akan saling melengkapi demi kesejahteraan bersama.

Berpikir indie hanyalah salah satu dari sekian banyak cara kreatif untuk memberikan inovasi yang sarat manfaat bagi seorang pemimpin. Pendekatan tidak menelan bulat-bulat paradigma lama dan memberikan pemikiran ke depan dalam sebuah inovasi dapat direalisasikan demi kesejahteraan bersama.  Idealisme indie yang berupaya menggebrak paradigma lama, mengekang kreatifitas masyarakat dan membuka peluang sebesar- besarnya dapat menjadi jalan keluar dari berbagai masalah kenegaraan.

Sejujurnya, oknum- oknum pemerintah kadang terlihat sangat depresi menghadapi berbagai persoalan kenegaraan. Oleh karenanya, idealisme indie yang sarat kreatifitas dan penuh inovasi sangat dibutuhkan dalam mengembangkan Negara Indonesia. Pendekatan yang sangat fun dan menyenangkan dalam menyelesaikan masalah akan sangat dibutuhkan terutama dalam menghadapi keruwetan Negara dan masalahnya. Jalan keluar sudah di depan mata dan sangat disayangkan apabila dihalau dengan tidak bersahabat.

Andaikan pemimpin dengan idealisme indie diperkenankan memimpin Indonesia, tentu perkataan Pramoedya Ananta Toer yang menyatakan, ‘bangsa ini rusak karena daya mencipta dan berkarya manusianya sangat rendah’ tidak akan terjadi bukan? (linapw)

Semua Punya HAK, Termasuk Kita!!!

“eeh eeeh, apa sih fungsinya kondom? Adik lahir dari mana? Masturbasi itu apaan yah?” tanya Andy polos pada temannya, Udin

“Ssssh, ngapaen nanya- nanya kayak gitu. Jangan ngomongin itu ah, kita gak punya hak tau,” jawab Udin gusar

“Hah serius? bukannya remaja udah punya hak reproduksi dan informasi seksual?” ujar Andy lagi

“Masaaaa?” tanya Udin dengan mata terbelalak

 

Kita perlu banget tahu kalo sebenernya Remaja punya hak-hak khusus tentang dirinya terutama dalam hal reproduksi dan seksualitas remaja. Mungkin yang tau baru sedikit orang aja bahwa anak mempunyai remaja yang sama besarnya dengan manusia manapun…. ciieee bahasanya…Mangkanya hal ini perlu banget diketahui oleh yang masih remaja maupun yang udah gak remaja mengingat banyak banget remaja ato orangtua yang belon menyadari hal ini. Rugi banget kan buat kita para remaja kalo gak tahu soal ini, kan???

three-happy-teens

Remaja yang berusia 12-24 taon emang kalo diibaratkan sayur, masihh ijooooo banget. Tapi plis dah, biar diibaratkan ma daun juga remaja punya perasaan bo! jadi yah jangan asal memperlakukan mereka!!! Terutama buat para orangtua yah, satu pesen aja buat anda-anda para pendahulu (maksudnya lahir duluan gituww) kita para remaja bahwa “remaja ntu sama kayak anak Cuma lebih gede dikiit aja yangmana cuma titipan, jadi sadar diri juga buat jangan terlalu ngrasa memiliki berlebihan” Ini diakui di seluruh dunia lho… namanya juga hak, berarti kan berlaku buat semua umat yang ngerasa dirinya manusia dong. Nah, Indonesia ni adalah salah satu dari 178 negara di dunia yang menandatangani rencana aksi dari konferensi Internasional kependudukan dan pembangunan (ICPD, Kairo taon 1994). Udah 12 taon yang lalu tuh..

Nah, dalam rencana aksi ICDP inilah mengisyaratkan bahwa “ Negara-negara di dunia didorong untuk menyediakan informasi yang lengkap kepada remaja mengenai bagaimana mereka dapat melindungi diri dari kehamilan tidak diinginkan, Infeksi Menular Seksual dan HIV/AIDS”. Tuh…hebatkan??? Tepuk tangan… Remaja (kalo masih ada yang belon tau) adalah seseorang yang berusia 12-24 taon (menurut PBB tuuhh). Nah karena ketidakmampuan para remaja sebagai ‘anak’ yang masih terkadang dinilai bau kencur (untung gak bau jengkol!), maka remaja-remaja itu punya hak-hak yang menjamin mereka mendapatkan informasi yang pas tentang reproduksi dan seksualitas remaja seperti yang tadi udah dijelasin (lupa?baca lagi dari awal!!hehe..) cuma biar jelas dijelasin aja kali yah….

Ini nih hak-hak reproduksi dan seksual remaja:

1. HAK UNTUK JADI DIRI SENDIRI. Ini maksudnyah bahwa kamu berhak banget membuat keputusan untuk diri kamu sendiri karena biar bagemanapun kamu adalah manusia yang utuh dan memiliki kelengkapan-kelengkapan anggota tubuh (maksudnya??). Termasuk buat mengekspresikan diri kamu, menjadi aman juga dalam menikmati seksualitas yang baik dan benar serta memutuskan sendiri apakah kamu-kamu bakal nikah ato nggak.

2. HAK UNTUK TAHU. Waahh yang satu ini yang susah, karena disini kita dikasi buat tahu apa yang namanya kesehatan reproduksi seksual termasuk Infeksi Menular Seksual. Ironisnya, hal inilah yang paling susah terlaksana. Kenapa?? Coba deh, apa kita udah ngedapetin yang namanya informasi ini dengan baik dan benar?? Belum toh??

3. HAK UNTUK DILINDUNGI DAN MELINDUNGI DIRI. Biar gimanapun bandelnya ntu remaja (cuma perumpamaan eui..) yang namanya anak manusia punya hak untuk dilindungi dari segala kekerasan ataupun tindak tidak senonoh lainnya. Nah kitalah sebagai penerus bangsa dan anda-anda sebagai penua bangsa wajib menyadari ini bersama dan ngejalaninnya juga barengan gitu yah….Perlindungan ini misalnya dalam hal kehamilan tidak diinginkan (serem gak sih kalo ngebayangin kita masih sekolah tapi harus dah nikah Cuma karena kita hamil?? Hiii…)

4. HAK MENDAPATKAN PELAYANAN. Weleh-weleh… ini yang paling harus digarisbawahi, cetak tebal, cetak miring, apalah, coz emang ini yang kayaknya masih gak disadariii banget… padahal dari semuanya ini dah yang paling penting. Remaja musti kudu harus mendapatkan pelayanan tentang reproduksi dan seksual yang ramah, friendly, menyenangkan, akurat, berkualitas dan dengan menghormati kita sebagai remaja. Kalo udah gitu sapa coba yang gak mau dikasi informasi??

5. HAK UNTUK TERLIBAT. Terakhir nih, remaja juga punya hak untuk terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi program remaja. Juga berhak ikut serta dalam membantu dan memberi pengaruh kepada pemerintah dalam pembuatan kebijakan tentang remaja. Ibarat pepatah nih, siapa yang tahu diri kita selain kita sendiri?? Siapa yang tahu remaja selain remaja sendiri?? Tul gak?? Benaaaarrr…

So, udak jelas toh kalo kita remaja juga punya hak yang harus kita dapetin dengan seimbang, rata, gak berat sebelah and sebagainya??? Dan ngerasa gak seh kalo kita emang pantes ngedapetinnya??? So pasti coz kita kan anak yang baek, pinter, manis, imut, ludcu, rajin menabung, membantu orang tua dan wiihhh, masih banyak lage dah!!! heheheheheee….., tapi jangan berbangga dulu. Tunjukkin bahwa kita juga gak sia-sia ngedapetin hak-hak itu dengan memperlihatkan ke orang banyak bahwa kita adalah remaja kreatif dan bisa berprestasi.OKE??? HIDUP REMAJA BANGSA!! HIDUP REMAJA INDONESIA!!!