Pemimpin ‘Indie’ Rangkul Indonesia, Mungkinkah?

Pria gondrong dengan kaus oblong itu sekilas terlihat sangar. Kaus hitam yang dipakainya terkesan seadanya, seakan ia tak peduli dengan penampilan. Di beberapa tempat bahkan terlihat tambalan asal. Belum lagi  intonasi suaranya saat bicara cenderung keras dan meledak-ledak. Namun uniknya, sering ia terlihat membagi- bagikan stiker bertuliskan ‘What We Have Done For Indonesia?’

leader
Itulah sekilas pemandangan komunitas indie Bali yang kadang memenuhi tuntutan hidupnya dengan kreatifitas yang mereka miliki. Banyak diantaranya menyambung hidup dengan menjual ide. Contohnya pembuatan iklan multimedia, desain baju, fotografer lepas, hingga clothingan. Dengan penampilan seadanya malah mendekati urakan, mereka tetap memegang teguh idealisme mereka yang (cukup) memandang sebelah mata kaum berduit. Hal serupa juga dilakukan kaum berduit yaitu memandang sebelah mata kepada mereka. Tapi jangan terburu- buru memvonis mereka tidak perduli terhadap Indonesia, nyatanya komunitas yang kerap dijuluki kaum indie ini sangat peduli terhadap keadaan bangsa.

Kaum indie tidak pernah menunjukkan terang- terangan kepedulian mereka terhadap Indonesia seperti yang dilakukan penggede- penggede yang mulutnya seakan berkuah mengumbar kepedulian terhadap bangsa. Kaum yang identik dengan kreatifitas ini lebih bergerak secara pelan namun mulai membangun kesadaran masyarakat terhadap Negara Indonesia. Seperti yang kita ketahui, indie atau indiependent merupakan suatu idealisme yang cukup mirip dengan idealisme punk yaitu anti kemapanan. Maksud dari indie dan anti kemapanan tidak sepenuhnya anti terhadap kemapanan, melainkan mereka lebih mengais kemapanan tersebut dari kreatifitas yang terus menerus diasah. Kebanyakan dari mereka berkecimpung dalam dunia industri kreatif. Mereka mengandalkan segala hal yang dapat mereka lakukan dan tidak ingin mengikuti mainstream yang tercipta di masyarakat. Kaum indie berpijak pada keinginan mereka sendiri dalam berkarya dan bertindak

Berawal dari pemikiran beberapa orang yang berpegang teguh pada keinginan untuk mengemukakan idealisme mereka sendirilah indie mulai tersebar. Dunia kreatifitas semakin berwarna dengan konsep indie.  Hal inipun menjadi ajang unjuk kretifitas yang membangun. Semakin banyak pemikiran indie yang terbentuk maka semakin banyak kreatifitas yang diperlihatkan.  Indie bisa berupa apapun. Indie sendiri menggusung sesuatu yang beda sebagai jargon mereka. Bagi mereka, sangatlah tabu untuk menyeragamkan berbagai hal. Satu hal saja tabu apalagi banyak hal. Terutama keseragaman itu sendiri akan mengekang kreatifitas seseorang. Hal itu sangat tidak sehat dan nantinya hanya akan menghasilkan robot- robot tanpa daya berkreasi dan berinovasi.

Indiepun sebenarnya merupakan hasrat terdalam banyak orang. Sebagian masyarakat mengemukakan bahwa mereka lebih menikmati sesuatu yang ‘beda’. Menurut mereka perbedaan itulah seni dari segalanya. Apalagi jika perbedaan tersebut membawa dampak yang bertendensi tinggi mensejahterakan masyarakat.  Sehubungan dengan pemikiran indie, hal tersebut ternyata sangat baik jika direalisasikan dalam tampuk kepemimpinan. Indie memang sangat menarik dengan berbagai idealismenya. Namun, yang kita tilik disini ialah konsep indie itu sendiri.
Konsep indie sangat tidak sejalan dengan paradigma yang sudah ada sejak dulu. Mereka juga tak acuh terhadap keseragaman. Oleh karena itulah konsep indie, sangat baik jika disejajarkan dengan kepemimpinan.  Bayangkan apa yang dapat dilakukan idealisme indie dalam kepemimpinan kelak. Bukan berarti yang sekarang dijalankan tidak bagus. Namun tentunya kita semua ingin yang terbaik bagi bangsa ini.

Filter- filter pemikiran indie dapat memoles pemerintahan dengan lebih baik. Maksud dari konsep indie dan korelasinya dengan kepemimpinan sangatlah jelas. Para pemimpin kita seharusnya tidak berpegang pada paradigma lama apalagi yang sudah jelas tidak menguntungkan masyarakat. Banyak pemimpin terdahulu ternyata tetap menggunakan paradigma lama dalam kepemimpinannya.

Sebut saja konsep pemerintahan yang tidak rata tersebar pada setiap wilayah. Dari jaman dahulu hingga saat ini, sudah terbukti hal tersebut tidak efisien, namun tetap dijalankan. Seorang pemimpin sejati seharusnya membuat inovasi yang baru dalam kepemimpinananya. Inovasi sangat penting demi kemajuan Indonesia dalam berbagai bidang. Indie memungkinkan kita menggebrak paradigma lama yang saat ini sepertinya sudah tidak mungkin diterapkan lagi. Belum lagi para orang- orang yang berpikiran sempit yang hanya memandang sebuah masalah dari sudut pandangnya saja. Apalagi ada saja oknum- oknum yang pura- pura berdedikasi dengan menggaungkan betapa edulinya mereka dengan Negara namun tidak berbuat satu halpun saat diperlukan.

Dengan pemikiran layaknya indie dengan konsep idealisme kreatifnya, tentu berbagai inovasi dapat dikembangkan. Entah tidak menyadur keseluruhan paradigma lama atau bahkan mencipatakan sesuatu yang sama sekali baru. Sesuatu yang baru tentu sangat ditunggu oleh masyarakat. Apalagi bila sesuatu yang baru tesebut dapat sangat berguna bagi kemajuan bersama. Paradigma lama tidaklah harus dihilangkan sama sekali. Berbagai perbaikan tentu bisa diperbuat untuk kemajuan bersama. Hal-hal kecil seperti efisiensi dana dalam pemerintahan akan sangat menentramkan hati masyarakat.

Pemimpin revolusioner juga sangat dinanti dengan berbagai inovasi barunya. Tak jarang malah pemimpin yang memiliki visi misi jauh dari paradigma namun tetap mensejahterakan masyarakatlah yang akan sangat menonjol nantinya. Keseragaman tidaklah menarik. Banyak hal yang membuat kita patut memikirkan opsi pemimpin indie ini.

Salah satunya ialah pemikiran indie yang sangat berbeda dan berinovasi yaitu  Thinking Outside the Box atau berpikir kedepan dengan menciptakan sesuatu untuk kemajuan bersama. Pemikiran yang begitu baru, sederhana namun sering dilewatkan oleh banyak pemimpin maupun calon pemimpin lainnya. Lihat saja Negara- Negara besar yang sudah berkembang, mereka memiliki konseptor yang kuat dan berdedikasi tinggi serta tidak lemah dalam kreatifitas. Itulah yang sebenarnya sangat diperlukan dalam sebuah kepemimpinan.  Keseragaman sama dengan bunuh diri. Karena mematok setiap orang memiliki pemikiran serupa. Tanpa inovasi dan keberanian, Negara kita seakan jalan di tempat.

Tentu seluruh upaya tersebut tak lain dan tak bukan hanyalah demi kesejahteraan masyarakat. Apabila hal tersebut sudah dijalankan kita akan mendapatkan segala manfaatnya. Seluruh lapisan akan bahu membahu dalam memajukan Indonesia. Jika seluruh calon pemimpin memiliki visi dan misi yang berbeda, nantinya masing-masing akan saling melengkapi demi kesejahteraan bersama.

Berpikir indie hanyalah salah satu dari sekian banyak cara kreatif untuk memberikan inovasi yang sarat manfaat bagi seorang pemimpin. Pendekatan tidak menelan bulat-bulat paradigma lama dan memberikan pemikiran ke depan dalam sebuah inovasi dapat direalisasikan demi kesejahteraan bersama.  Idealisme indie yang berupaya menggebrak paradigma lama, mengekang kreatifitas masyarakat dan membuka peluang sebesar- besarnya dapat menjadi jalan keluar dari berbagai masalah kenegaraan.

Sejujurnya, oknum- oknum pemerintah kadang terlihat sangat depresi menghadapi berbagai persoalan kenegaraan. Oleh karenanya, idealisme indie yang sarat kreatifitas dan penuh inovasi sangat dibutuhkan dalam mengembangkan Negara Indonesia. Pendekatan yang sangat fun dan menyenangkan dalam menyelesaikan masalah akan sangat dibutuhkan terutama dalam menghadapi keruwetan Negara dan masalahnya. Jalan keluar sudah di depan mata dan sangat disayangkan apabila dihalau dengan tidak bersahabat.

Andaikan pemimpin dengan idealisme indie diperkenankan memimpin Indonesia, tentu perkataan Pramoedya Ananta Toer yang menyatakan, ‘bangsa ini rusak karena daya mencipta dan berkarya manusianya sangat rendah’ tidak akan terjadi bukan? (linapw)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *