Perjalanan Serba Kebetulan ke Tana Toraja #1

Tak banyak yang percaya kebetulan yah, saya sendiri sih masih setengah-setengah juga. Tapi perjalanan saya kali ini memang benar-benar bisa dikategorikan kebetulan. Dari awal mula hingga kondisi-kondisi di sekitarnya bisa dibilang serba kebetulan hingga akhirnya menginjakkan kaki di Tana Toraja.

Awalnya rencana perjalanan kali ini bukan ke Toraja, tapi ke Menado. Salah seorang kawan saya yang berasal dari Menado, sebut saja Nike (nama sebenarnya) akan pulang ke Menado demi menghadiri nikahan saudara. Pikir saya daripada tidak kemana-mana apa saya ikut saja, kan lumayan tuh mencoba coba makanan Menado yang katanya memasak apapun. Ide itu disambut baik. Singkat cerita kamipun sudah memegang tiket ke Menado dan dengan sumringah menunggu jadwal keberangkatan (agak lebay sih). Dengan tiket sudah di tangan dan jumlah hari yang cukup lama, rencana berkembang untuk pergi ke Toraja, masih sepulau sih tapi dengan bus bisa dua hari baru nyampe, he. Jadilah keinginan ke Toraja ditangguhkan dulu.

Saya ingin ke Toraja sejak saya tahu ada daerah bernama Toraja dengan sejuta isinya. Memang mulanya hanya penasaran, tapi lama-lama keinginannya memuncak, tapi yah pasrah juga karena jaraknya jauh dari Menado. Beberapa hari sebelum waktu keberangkatan tiba, berita tak enak muncul, keberangkatan kami ke Menado terpaksa batal namun duit tiket dibalikin, entahlah.

Perasaan gamang menggelora, keinginan jalan sudah memuncak. Tiba-tiba teringat seorang kawan yang berasal dari Toraja dan berencana pulang kampung juga. Beatrice (juga nama sebenarnya) yang saya kenal belum lama di sebuah gawean mengabarkan bahwa benar ia akan pulang ke Toraja, dan ia dengan senang hati menampung saya di rumahnya bila saya berencana pergi, ia juga mengiming-imingi saya pergi ke beberapa tempat di Toraja, liurpun menetes, tiket terbeli dan kami berangkat, uyeeeeeeaaahhh 🙂

Kurang lebih ada empat kebetulan dalam seperiode ini : keinginan jalan dan kesempatan yg udah ada tp ternyata batal, dapet kawan yang ternyata asalnya dari Toraja, benar-benar niat ke Toraja dan akhirnya kejadian, si kawan ternyata memang ada niat pulang kampung, ini Toraja – tanah yang dari dulu kuimpikan untuk dijejak, aaah….

 maaf, bukannya narsis tapi inilah penampakan kami saat baru tiba di Makassar 😀

*bersambung

6 Comments

    • linapw

      hehehe, iyah doi kepanjangan banget kalo dijadiin satu tulisan, ntar ketiduran bacanya, ini pemanasan dulu #eh emang mau aerobik, wuakakakaa… siip, ditunggu yaaa, sehari nambah satu deh 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *