Review ‘Harry Potter and the Deathly Hallows’ : Pasang Nyawa Demi Dunia Sihir

Sutradara : David Yates, Ben Hibon (animasi) | Penulis novel : J.K. Rowling | Pemain : Daniel Radcliffe, Emma Watson, Rupert Grint, Bonnie Wright, Helena Bonham, dll

Kembali serial Harry Potter mengguncang penikmat fiksi dunia dalam seri terakhir dan juga pamungkasnya. Jelas antrian panjang selalu terpampang saat berniat untuk menonton  film yang saat ini sudah menduduki jajaran box office dalam pekan pertama muncul.

Melanjutkan kisah ke-6nya, Harry Potter and the Deathly Hallows menceritakan bagaimana Harry menyelamatkan dunia sihir pasca kebangkitan Voldemort. Setelah berumur 17 tahun, Harry meninggalkan kediaman keluarga Dudley yang memang juga berniat mengunsi karena malapetaka terhadap muggle (non-penyihir) terjadi dimana-mana. Ternyata musuh memang sudah mengintai. Penyergapan terjadi saat misi penyelamatan dan pernikahan saudara Ron di the Burrow.

Akhirnya Harry, Ron dan Hermione meninggalkan the Burrow untuk mencari sisa 5 horcrux setelah buku harian dan cincin yang sudah dihancurkan sebelumnya. Mereka bahkan menyerbu kementerian sihir yang sudah dikuasai Voldemort karena salah satu horcrux ada disana. Penyerbuan yang menegangkan ini membuat mereka nomaden dan disinilah gejolak dimulai. Keretakan dan kecurigaan timbul dalam kelompok mereka dan menyebabkan Ron pergi. Saat putus asa untuk menghancurkan kalung, secara tidak sengaja Harry dituntun untuk menemukan pedang Griffindor dan Ron kembali bergabung. Mereka memutuskan bertarung hingga akhir dan dunia sihir damai kembali

Malang, mereka akhirnya tertangkap setelah mengunjungi rumah Luna dan dibawa ke tempat pelahap maut. Di saat kritis, Dobby menyelamatkan mereka meski akhirnya sang peri meregang nyawa. Mereka sementara aman hingga menyadari Voldemort mengincar tongkat terhebat seperti yang dijabarkan dalam cerita anak-anak tentang 3 saudara Relikui kematian. Mirisnya, Voldemort sendiri ternyata telah menemukan tongkat tersebut dalam kubur Dumbledore.

Film ini bisa disimpulkan sebagai perpaduan yang sangat mematikan dan juga menegangkan antara cerita yang semakin seru dan kualitas film yang semakin apik. Dari film-film sebelumnya, bisa diakui Harry Potter 7a ini merupakan puncak dari kisah bocah penyihir dalam melawan musuhnya-sang pangeran kegelapan. Adegan adegan yang disuguhkan tak henti terus menerus membawa kita ke puncak ketegangan berliku. Belum lagi penghianatan dan ‘skenario dalam skenario’ di kisah ini.

Dapat dirasakan sang sutradara bekerja keras membangun setting dan plot hingga penonton tetap menajamkan mata saat menonton film. Beberapa adegan bahkan akan membuat kita menahan nafas seperti kemunculan Nagini sebagai Bathilda Bagshot di Godric’s Hollow dan penyergapan para pelahap maut. Efek-efek yang digunakan cukup menggambarkan dunia sihir dengan sangat nyata, misal dalam adegan terbang, polijus, apparate dan kemunculan musuh. Apalagi ditambah animasi cerita 3 saudara relikui kematian, membuat film ini layak diacungi jempol.

Di akhir cerita, saat Voldemort mengambil tongkat sakti dari makam Dumbledore dan film bagian satu berakhir yakin membuat efek dramatis. Bagi sebagian besar penonton, jelas ‘gregetan’ merupakan istilah yang tepat. Beberapa bahkan tidak sabar menunggu sambungannya. Dapat dipastikan bagian ke-2 juga tidak akan kalah sukses dari yang pertama.

Namun tentu saja terdapat perbedaan besar antara film dan novel. Dalam film, kisah ini dibuat sedemikian suram sehingga ketegangan benar-benar terbangun. Meski masih ada sedikit humor, dalam novel beberapa adegan malah cukup menghibur dan lucu yang sayangnya dilewatkan dalam film. Beberapa adegan bahkan dipotong dan dibuat berbeda sama sekali dari novelnya.  Tentu penonton yang berharap detil film paling tidak mengacu pada keseluruhan novel akan menghembuskan nafas kecewa.

Meskipun begitu, secara umum jelas bagian pertama dari seri terakhir Harry Potter ini dapat dikatakan memuaskan para pecinta fiksi, efek dan tentu dunia sihir. Semoga cahaya selalu menerangi Harry dalam upayanya menyelamatkan dunia sihir, Lumos!

Pssst! Yang sudah baca novelnya pasti tahu kalau bagian paling seru ialah mendekati akhir cerita. Termasuk: pembobolan Gringgots, pemberontakan Hogwarts, Naga, raksasa dan pertempuran paling seru dalam dunia sihir! (gamau menjabarkan banyak takut dilemparin tongkat ;P. cheers)

2 Comments

    • linapw

      mas, kepupungan yah?? smeagol itu ada di kisah The Lord of The Ring yah mas… bisa ditanya ke toko film terdekat…. nyepam aje di blog orang ;P

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *