AWAAAS…..ZOONOSIS !!!!!

Indonesia akhir-akhir ini dikejutkan oleh berbagai penyakit yang ditularkan oleh satwa. Satwa dapat menularkan penyakit ke manusia begitu juga sebaliknya dan fenomena ini sering dikenal dengan zoonosis. Penularan penyakit itu sendiri dapat terjadi melalui kontak langsung (gigitan, cakaran, darah, air kencing, air liur) dan kontak tak langsung (makanan, minuman tercemar serta melalui pernafasan). Stress akibat kelaparan, kehausan, sanitasi yang buruk dan rasa bosan juga dapat memicu timbulnya penyakit pada satwa. Diperkirakan lebih dari 175 jenis penyakit dapat ditularkan satwa kepada manusia melalui kondisi-kondisi tertentu. Beberapa penyakit yang dapat ditularkan satwa kepada manusia antara lain :
zoo
Tuberkulosis (TBC) penyakit ini mengganggu saluran pernafasan dan disebabkan oleh bakteri Mycrobacterium tuberculosis, M.bovis, M.avium dan M.microti. bersifat menahun (kronis) dan infeksi pada paru ditandai dengan gejala sesak nafas, batuk sampai berdarah, berat badan menurun, letih, demam dan terjadi kerusakan pada paru-paru. Bangsa kera dan monyet, anjing, babi, sapi dan burung kakatua yang mengidap penyakit ini dapat menularkannya secara langsung kepada manusia melalui udara pernafasan, saluran pencernaan dan inokulasi kulit.
Hepatitis penyakit yang menyebabkan kelainan pada fungsi hati ini sering terdapat pada bangsa primata selain manusia yaitu kera dan monyet. Penyakit ini disebabkan oleh virus. Masing-masing virus (Hepatitis A, B, C dan E) menyebabkan gejala berbeda meskipun 10 % sama. Gejala penyakit adalah kekuningan pada tubuh dan mata, urin berwarna gelap, lelah, sakit persendian, muntah-muntah dan lain-lain. Penderita hepatitis kronis aktif akan mengalami kematian pada sel-sel pada hati dan akhirnya menyebabkan kematian. Ditularkan melalui darah dan cairan tubuh lainnya.
Anthrax penyakit berbahaya yang tersebar di seluruh belahan dunia ini dapat menyerang mammalia dan manusia. Disebabkan oleh kuman patogen Bacillus anthracis yang sporanya tahan terhadap suhu tinggi sinar matahari dan desinfektan. Infeksi dapat terjadi melalui makanan mentah atau yang dimasak kurang matang dan melalui kontak langsung dengan kulit terluka yang telah terinfeksi. Pada Anthrax kulit akan menimbulkan lepuhan yang berisi cairan dan akhirnya kulit mengalami nekrosis hitam. Pada Anthrax intestinal akan terjadi radang usus disertai diare berdarah yang menyebabkan kematian.
Psittacosis terjadi pada bangsa burung paruh bengkok terutama Kakatua dan Nuri. Disebabkan oleh Chlamydiosis ornithosis, akan cepat berkembang dalam kondisi stress. penularan terjadi melalui tinja, air kencing dan lendir saluran pernafasan. Menyebabkan diare hebat dan gangguan pernafasan.
AIDS pada Kera penyakit ini tidak menimbulkan permasalahan tetapi akan fatal bila manusia terinveksi virus ini karena kekebalan tubuh akan menurun sehingga tubuh tidak bisa melawan infeksi yang masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan kematian.
Toxoplasmosis penyakit protozoa yang disebabkan oleh Toxoplasma gondii, ditularkan sebangsa kucing. Penularan terjadi melalui konsumsi bahan yang mengandung kista, melalui air minum atau susu yang dimasak kurang matang. Dapat menyebabkan keguguran pada ibu hamil dan kerusakan saraf mata.
Rabies atau penyakit anjing gila. Merupakan penyakit akut dari virus golongan Rhabdovirus dan menyerang saraf pusat. Menular pada manusia melalui gigitan, infeksi luka dan saluran pernafasan. Umumnya menyebabkan kematian. Berbagai jenis hewan dapat menjadi hospes penularan contohnya anjing, kucing, kera, kelelawar penghisap darah dan juga bangsa karnivora. Gejalanya adalah demam, sulit tidur, cemas, gelisah, sakit kepala, kejang dan akhirnya kematian.
Flu Burung disebabkan oleh virus flu burung yang dapat menular dari unggas ke mammalia dan manusia. Penularan melalui inhalasi saat batuk atau bersin.Gejalanya demam, menggigil, nyeri,komplikasi ringan berupa bronkitis, sinuitis dan batuk berdarah.
Infeksi Kuman penyebab Diare kandang satwa yang kotor serta sanitasi buruk dapat menyebabkan perkembangan bakteri yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare akut, kembung, lemas, muntah. Dapat menular melalui sentuhan dan udara.
Herpes penyakit ini disebabkan oleh virus dan menyebabkan kerusakan pada jaringan epithel kulit dan otot serta kerusakan sistem saraf. Penyakit ini menyerang berbagai spesies kera dan monyet. Ditularkan melalui cakaran, luka yang terkontaminasi dan udara. Gejala klinis Herpes virus B adalah rasa sakit pada perut, diare dan gagguan otak. Bersifat fatal pada anak-anak. Herpes simplex akan menyebabkan lepuh-lepuh pada bibir, pipi, hidung, vagina serta adanya rasa gatal dan terbakar. (pw)

2 Comments

Leave a Reply to okanegara Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *